Minggu Sore

Suatu hari dipertengahan bulan Mei, seseorang bertanya padaku mengenai arti dari “pernikahan”.

Pada detik itu dan detik detik selanjutnya, sia-sia. Karena aku sama sekali gatau harus jawab apaaaa hahaha

Sumpah, bingung banget harus jawab apa! Alhasil, aku cuma bisa cengangas cengenges.

PARAHNYAAA, AKU MIKIRIN ITU SEHARIAN!

Di otakku, BISA-BISANYA SEORANG PEREMPUAN GAK TAU HARUS JAWAB APA KETIKA DITANYA SOAL ARTI DARI PERNIKAHAN!

Sedetik, aku merasa belum menjadi perempuan sesungguhnya (cry)

Tapi setelah aku merenung, merenung, dan merenung lagi, aku sampai dititik “Tuhan memberikanku secercah harapan”

Selama ini, kalau ada teman yang menikah, aku senang :3

Di otakku, EH GILA, DIA SIAP DAH!

Tapi, setelah itu aku mikir lagi, “siap apaan?” hahaha

Etapi ini serius.

Buat aku, kalau nikah itu adalah akad dan resepsi, semua itu hanya sekedar ritual. Akad merupakan ritual yang sakral, penting banget sih buat pernikahan (yaiyalah, gak akad, kan, gak nikah)

Setelah itu resepsi. Semeriah mungkin. Gakdeeeng, seberkesan mungkin 🙂

Kemudian, melanjutkan hidup.

Nah! Itu dia! Pernikahan itu, ya, kehidupan kita.

Suatu saat kita bahagia, di saat yang lain susah sesusah susahnya (jangan sampe, Ya Allah)

Hmm, gimana ya bilangnya?

Gini, gini, apa yang menjadi harapan kita dalam hidup, sebenernya itu juga yang kita harapkan dalam pernikahan kita. Ya karena pernikahan itu merupakan kehidupan. (makin bingung gak? Hahahaha)

Kita berharap hidup kita menjadi lebih baik, bersifat progresif, berorientasi masa depan. Nah, buat orang nikah, gitu juga, kan? Emang ada orang nikah mau menjadi lebih buruk, bersifat regresif, berorientasi masa lalu? (cetek banget gak sih ini T.T)

Jadi buat aku, pernikahan itu, ya, pernikahan! HAHAHA

Toh intinya, KITA HARUS TETAP BERTAHAN HIDUP! Hahaha (ketawa lagi)

Yang bikin spesial, jalaninnya gak lagi “aku”, tapi “kita”. ciieee :3

Oya, terima kasih, loh, pertanyaannya menginspirasi 🙂

Hikmah yang dapat diambil: inspirasi bisa datang dari mana saja, siapa saja, kapan saja.

Tulisan di atas hanya merupakan hasil dari pikiran otak penulis. Jika berbeda pikiran, ya, gapapa, kan kita beda otak 🙂

Advertisements